Bagaimana Mama Melihat Pekerjaan Saya Sebagai Digital Strategist?

Apapun yang orang tua saya hadapi, hadiah terbesar yang pernah mereka berikan adalah kebebasan, kepercayaan dan dukungan atas setiap pekerjaan yang saya lakukan.

 

S eperti orang tua pada umumnya, mama suka bertukar cerita kehidupan anaknya pada saudara dan kerabat. Ia bangga karena sejak lulus SMP saya bisa bertahan di perantauan dan sudah mendapat pekerjaan sebelum lulus kuliah.

DI momen berbagi cerita itu, ada satu ganjalan di hatinya. Sampai beberapa tahun lalu, ia masih kesulitan memahami apa yang sebenarnya saya lakukan saat itu sampai sekarang.

Perkenalkan, nama saya Rio Praditia, saat ini bekerja sebagai Digital Strategist di salah satu creative agency ternama di Bali, AVB Media Asia. Sudah terdengar keren dan millenial banget?

Tapi di mata mama, pekerjaan itu benar-benar hal yang hanya dilakukan alien ketika terdampar di pulau dewata.

Saya tidak tahu bagaimana menjelaskan kalau sebagai Digital Strategist setiap hari saya bergumul dengan aktifitas yang saya cantumkan di profil linkedin

Mungkin waktu mama membiarkan saya kuliah Manajemen Bisnis di Universitas Sanata Dharma, ia membayangkan akan melihat anaknya menggunakan setelan jas hitam dan bekerja di sebuah bank atau perusahaan swasta. Pekerjaan dan tempat saya bekerja kali ini tidak pernah sekalipun terlintas di kepalanya.

Tapi ini bukan hanya masalah yang dihadapi mama, tanggapannya mewakili persoalan yang lebih luas di industri komunikasi. Di masa muda mama, ketika saya baru lahir di tahun 1989, bekerja di bidang komunikasi berarti bekerja di media cetak, radio atau televisi. Generasi millenial baru saja dilahirkan di muka bumi, dan pekerjaan yang dilakukan mereka sekarang belum ada saat itu.

Pesatnya teknologi mendorong munculnya pekerjaan baru di kategori yang tumbuh menyesuaikan trend,sebut saja: social media manager, digital marketing analyst, community manager, content manager, user-experienced designer dan nama-nama lainnya.

Untung saja beberapa bulan ini mama sudah mengenal smartphone. Dari sana ia belajar menggunakan facebook dan whatsapp untuk berkomunikasi dengan teman-temannya. Ketika terakhir kali kami mengobrol saya menunjukan salah satu pekerjaan saya di website dan fanpage is there a way to view private instagram target=”_blank” rel=”noopener noreferrer”>Bali Go Live.

Semalam saya iseng bertanya apa yang ia ceritakan pada teman-teman tentang pekerjaan anaknya. “Kamu bikin cerita dan iklan facebook di kantormu yang dekat pantai seminyak”. Meski belum sepenuhnya tepat tapi ia mulai paham.

Apapun yang orang tua saya hadapi, hadiah terbesar yang pernah mereka berikan adalah kebebasan, kepercayaan dan dukungan atas setiap pekerjaan yang saya lakukan.

By | 2017-07-01T13:44:51+00:00 May 11th, 2017|Latest Articles|

One Comment

  1. Rissa May 12, 2017 at 9:03 am

    “Kamu bikin cerita dan iklan facebook di kantormu yang dekat pantai seminyak”. hahahahaha. doesn’t those statement already cover what you actually do?

Comments are closed.