Refleksi Akhir Tahun 2017

Kebanyakan orang menyambut akhir tahun dengan bahagia, bersiap untuk liburan dan melewati tahun dengan pesta kembang api. Namun, buat saya tahun baru adalah saat-saat penting untuk memikirkan lagi apa yang sudah dilewati. Bagaimana melihat peristiwa demi peristiwa meluncur di atas derasnya aliran waktu.

Menarik bagi saya, menengok optimisme di awal tahun yang hadir dalam bentuk resolusi kemudian coba jujur di akhir tahun melihat apa-apa saja hasilnya. Karena hidup hanya dapat dimengerti dengan melihat ke belakang, tapi harus dihidupi dengan maju ke depan.

Berikut 7 resolusi tahun 2017 dan hasilnya:

Peningkatan level di analisa data digital

Saya cukup serius untuk di hal ini. Tren digital marketing bergerak setiap kita menghembuskan nafas. Apa yang kita pelajari minggu kemarin bisa jadi usang hari ini. Setiap hari saya sempatkan untuk terus update perkembangan terbaru dengan membaca blog-blog yang berhubungan dengan topik analisa data digital dan pemasaran.

Saya juga menghabiskan beberapa buku yang cukup tebal seperti: Art of SEO (3rd Edition); Inbound Marketing for Dummies; Web Analytics 2.0.; The Personal MBA: Master the Art of Business;

Belajar, main, dan investasi di pasar modal

Mendekati penghujung usia 20an saya merasa bahwa sudah saatnya berinvestasi untuk persiapan masa depan. Jangan sampai saya memberatkan keluarga untuk kelangsungan hidup di masa tua. Namun, gaya hidup ‘live for today’ dan ‘impulsive buying’ membuat saya tidak punya banyak simpanan untuk dijadikan investasi.

Dari tiga aspek: belajar, main dan investasi di pasar modal saya baru sampai aspek belajar. Di tahun ini saya sudah menghabiskan buku: Investing For Dummies; investing in dividens for dummies; dan investing in your 20s-30s for dummies. Paling tidak investasi waktu dilakukan untuk menambah wawasan.

Kemajuan paling terlihat adalah saya mulai ikut asuransi kesehatan dan jiwa di Allianz. Ini satu-satunya investasi keuangan yang saya lakukan. Meski awalnya berat, keputusan ini membuat saya tidak terlalu khawatir akan memberatkan keluarga jika tiba-tiba jatuh sakit.

Berat Badan Ideal 61 kg

Ini juga hanya menjadi angan-angan saja. Ketika menargetkan angka 61 kg berat badan saya 76 kg, setelah setahun berlalu dan saya cek timbangan jarum menunjukan angka 79 kg. Hukum sebab akibat berlaku, siapa menabur gorengan, dia menuai lemak. Untuk mencapai target ini bukan tanpa usaha, saya sempat bergabung dengan klub celebrity fitness selama 4 bulan. Sempat rutin exercise namun entah kenapa setelah olahraga malah nafsu makan ikut bertambah.

Dari gabung di klub tersebut saya juga jadi suka ikut yoga. Ini salah satu cara untuk membuat badan saya yang sering kaku dan pegal karena duduk belasan jam jadi merasa lebih baik.

Ambil Lisensi menyelam

Ini juga angan belaka. Setelah sempat riset dan mulai lagi latihan berenang untuk persiapan latihan dan sertifikasi menyelam. Fakta menyatakan menyelam berbahaya untuk penderita sinusitis akut seperti saya. Sehingga niat ini diurungkan. Tahun depan mungkin bisa dicoba dengan mulai surfing.

Traffic ke web Bali Go Live Meningkat Tiga Kali Lipat

Ini tercapai, dari pertama saya tangani sampai terakhir September saya resign dari Bali Go Live traffic sudah melewati target yang ditetapkan.

Kemampuan Bahasa Perancis di Level B2

Ini juga hanya angan belaka, selama tahun 2017 tidak sekalipun saya sentuh segala hal yang berkaitan dengan belajar bahasa perancis. Sedangkan untuk mencapai level tersebut dari level B1 dibutuhkan waktu belajar konsisten 1-2 jam setiap hari selama setahun.

Berkomitmen

Sampai saat ini saya tulis, berkomitmen berhasil diraih dan akan terus dipertahankan. Setelah sekian tahun menjadi ‘social butterfly’, ratusan malam penuh party dan alcohol, hinggap lalu tidur di sana-sini, dan hubungan yang ngga jelas. Tahun 2017 saya berhasil berkomitmen dan menuju ke hubungan yang lebih serius.

Sepanjang 4 tahun hidup di Bali, sudah lebih dari 20 kali saya pindah kost. Di tahun 2017, selain berkomitmen pada satu perempuan, saya juga mulai kontrak rumah di daerah Jimbaran. Komitmen satu tahun, menerima segala kelebihan dan kekurangan tempat tinggal, bukan langsung tinggal jika sudah bosan.

Yang terakhir, saya mengadopsi anak anjing Doberman. Memelihara anjing ras besar berarti siap berkomitmen 8-11 tahun. Memastikan makanan, kebugaran dan kesehatan anjing tetap terjaga tidak hanya membutuhkan dana yang besar, tapi juga waktu dan kesabaran.

Sekian refleksi akhir tahun ini.

Masa lalu tidak bisa diubah, bisa? Masa lalu hanya bisa dimaafkan.

Selamat tahun baru 2018

Boleh tau apa resolusimu tahun ini?

By | 2017-12-29T03:36:08+00:00 December 28th, 2017|Latest Articles|

2 Comments

  1. mila December 28, 2017 at 10:54 am - Reply

    berat badan ideal sih akan selalu jadi resolusi gagal tiap tahun buat 90-an persen populasi dunia bwahahahaa

  2. anindya December 30, 2017 at 4:00 am - Reply

    Berat badan gw juga meningkat dari 48 kg ke 56 kg. Seiring dgn pertambahan usia nampaknya. Tapi bisa jadi stabil di 53 kg karena selalu join Salsa Night. Haha.

Leave A Comment